Jasa Ekspedisi Samarinda Luwu Utara

Jasa ekspedisi samarinda luwu utara telah berkontribusi besar untuk pemulihan ekonomi masyarakat di Luwu Utara. Seperti yang telah diketahui, Luwu Utara mengalami musibah banjir bandang pada pertengahan bulan Juli 2020. Kejadian ini berdampak pada putusnya akses transportasi dan ekonomi masyarakat di hampir seluruh wilayah kabupaten Luwu Utara.

Jasa ekspedisi samarinda luwu utara yang dioperasikan oleh NAKULLE berhasil membawa angin segar untuk pertumbuhan bisnis dan industry di kabupaten Luwu Utara. Dengan prinsip pelayanan yang Ramah dan sopan, Aman, Cepat, Ongkos yang adil, dan Fast Respon (RACOF), NAKULLE telah mengambil peran stretegis di sector pengiriman logistic dan kargo rute samarinda luwu utara.

Jasa ekspedisi samarinda luwu utara yang dijalankan oleh NAKULLE memiliki tim yang professional dan berpengalaman. Hal ini merupakan komitmen NAKULLE untuk menjadi salah satu penyedia jasa ekspedisi logistic dan kargo terbaik di Indonesia, khususnya pulau Sulawesi dan Kalimantan.

Sebagai tambahan informasi, dalam artikel ini kita akan membahas terkait kota Samarinda dan Kabupaten Luwu Utara.

Samarinda sendiri adalah ibu kota provinsi Kalimantan Timur dan samarinda merupakan kota dengan penduduk terbesar di seluruh Pulau Kalimantan dengan jumlah penduduk sekitar 812,597 jiwa.

Samarinda memiliki wilayah seluas 718 km² dengan kondisi geografi daerah berbukit dengan ketinggian bervariasi dari 10 sampai 200 meter dari permukaan laut. Kota ini dibelah oleh Sungai Mahakam dan menjadi gerbang menuju pedalaman Kalimantan Timur melalui jalur sungai, darat maupun udara. Dengan luas wilayah yang hanya sebesar 0,56 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda merupakan wilayah terkecil ketiga setelah Kota Bontang dan Kota Balikpapan. Ditinjau berdasarkan batas wilayahnya, Kota Samarinda seluruhnya dikelilingi oleh Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kota Samarinda dihuni berbagai macam suku bangsa. Suku bangsa terbesar yaitu suku Jawa (36,70%), disusul Bugis (24,14%), Banjar (14,43%), Kutai (6,26%) dan Toraja (2,13%). Kemudian ada juga suku bangsa lainnya, yaitu Dayak, Minahasa, Tionghoa, Mandar, Buton, Minangkabau, Makassar, Madura, Batak, Sunda dan lain-lain.

Kota Samarinda memiliki 10 kecamatan dan 59 kelurahan dengan kode pos 75111 hingga 75253. Kecamatan Samarinda Utara merupakan kecamatan dengan luas wilayah terbesar dengan luas wilayah lebih dari 31 persen luas Kota Samarinda, sedangkan Kecamatan Samarinda Kota merupakan kecamatan dengan luas wilayah terkecil.
Nah selanjutnya kita akan membahas mengenai kabupaten Luwu Utara, di provinsi Sulawesi selatan, Indonesia.

Kabupaten Luwu Utara adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi SelatanIndonesiaIbu kota kabupaten ini terletak di Masamba. Kabupaten Luwu Utara yang dibentuk berdasarkan UU No. 19 tahun 1999 merupakan pecahan dari Kabupaten Luwu

Saat pembentukannya daerah ini memiliki luas 14.447,56 km² dengan jumlah penduduk sekitar 450.000 jiwa. Namun setelah dimekarkan kembali dengan membentuk Kabupaten Luwu Timur pada tahun 2003 maka saat ini luas wilayah Kabupaten Luwu Utara adalah 7.502,58 km² dengan jumlah penduduk 312.883 jiwa pada tahun 2019.

Secara geografis Kabupaten Luwu Utara terletak pada koordinat antara 20°30’45” sampai 2°37’30” Lintang Selatan dan 119°41’15” sampai 12°43’11” Bujur Timur. Wilayah Kabupaten Luwu Utara merupakan paling utara di Provinsi Sulawesi Selatan yang terdiri dari pantai, dataran rendah hingga pegunungan dengan ketinggian antara 0-3.016 Mdpl

Wilayah Selatan berupa dataran rendah dan pantai yang berbatasan langsung dengan Teluk Bone. Sebagian besar wilayah berupa pegunungan dengan gunung menjulang seperti Gunung Tolangi, Gunung Balease, Gunung Kabentonu, Gunung Kambuno, Gunung Tusang, Gunung Tantanggunta dan lainnya. Sejumlah sungai besar yang berada di wilayah ini antara lain Sungai Salu Rongkong, Sungai Salu Kula, Sungai Salu Balease, Sungai Salu Karama, Sungai Salu Lodang dan lainnya.

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Luwu Utara adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa, terdapat empat bahasa daerah di Kabupaten Luwu Utara,[6] yaitu bahasa Lemolang, bahasa Rampi, bahasa Seko, dan bahasa Toraja (khususnya dialek Tae dan dialek Toala).

Terkait suku bangsa, Terdapat berbagai kelompok etnis di Kabupaten Luwu Utara. Meski tidak ada data terperinci, salah satu etnis asli yang dicatat dalam situs pemerintahan Luwu Utara adalah Suku Rongkong. Selain itu, terdapat juga masyarakat TorajaMakassarSuku Bugis dan etnis pendatang lainnya yang tersebar di seluruh wilayah Luwu Utara.

Kabupaten Luwu Utara memiliki 15 kecamatan, diantaranya kecamatan Malangke barat, Bone – bone, Malangke, Masamba, Mappideceng, Tana lili, Sukamaju, Sukamaju Selatan, Seko, Rampi, Baebunta, Baebunta Selatan, Sabbang Selatan, Sabbang, dan Limbong.

Meskipun sempat tidak beroperasi dan lumpuh akibat bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Luwu Utara Juli 2020 lalu, saat ini  seluruh akses transportasi di kabupaten luwu utara sudah bisa digunakan. Misalnya Bandar Udara Andi Jemma Masamba, Bandar Udara Seko, Bandar Udara Rampi, Pelabuhan Munte dan Terminal darat Masamba. 

Selain kaya akan hasil bumi, kabupaten luwu utara juga memiliki potensi pariwisata yang sangat berpeluang untuk terus dikembangkan. Diantaranya Air Terjun Bantimurung, Air Terjun Sarambu Alla, AIr Terjun Pongrea, Air Terjun Salu Bunto, Air Terjun Tulang-tulang, Pantai Munte, Dataran Tinggi Seko, Gunung Balease, Arung Jeram Salu Rongkong, Pemandian Alami Salu Kula, Pemandian Air Hangat Pincara, dan Sungai Enneng.

Artikel ini resmi ditulis oleh tim marketing Nakulle.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *