Jasa Ekspedisi Tarakan Kolaka 

Jasa ekspedisi tarakan kolaka yang dioperasikan oleh NAKULLE memiliki tim yang profesional dan penuh dengan pengalaman kerja yang sangat baik. Hal ini jugalah yang membuat NAKULLE bisa terus memberikan pelayanan ekspedisi yang Ramah dan sopan, Aman, Cepat, Ongkos yang adil, dan Fast respon kepada para customer di kota Tarakan dan Kolaka. 

Jasa ekspedisi tarakan kolaka dapat digunakan dengan mudah oleh masyarakat setempat. Tidak perlu repot datang ke kantor NAKULLE, para customer cukup menghubungi dan konsultasikan kebutuhan ekspedisi anda kepada tim Customer Service NAKULLE di nomor whatsapp / call 0812-4342-5077. 

Jasa ekspedisi tarakan kolaka memiliki kesamaan dengan jalur ekspedisi lainnya di Indonesia, termasuk dalam hal cara mengukur volume berat dari sebuah kiriman. Dalam menentukan berat barang, NAKULLE akan menggunakan rumus nasional yaitu Panjang x Lebar x Tinggi /4.000. (berat volume) 

Jadi, perlu anda ketahui bahwa volume berat terbagi atas dua jenis, yaitu berat aktual (berat pada saat barang ditimbang) dan berat volume (berat yang diambil setelah menghitung besar packing). Jika anda masih bingung, maka perhatikan simulasi dibawah ini. 

Jika misalnya barang yang akan anda kirimkan memiliki berat aktual 50 Kg, namun memiliki ukuran kardus / packing Panjang = 80 Cm, Lebar 80 Cm, dan Tinggi 50 Cm. Maka cara menghitung volume berat adalah sebagai berikut: 

Panjang x Lebar x Tinggi /4.000

80 x 80 x 50 = 320.000/4.000 = 80 Kg. 

Nah, berdasarkan hitungan diatas, maka volume berat yang akan dihitung oleh NAKULLE sebagai penyedia jasa pengiriman logistik dan kargo adalah total berat volume yakni 80 Kg, bukan 50 Kg. Aturan ini merupakan aturan nasional yang berlaku untuk seluruh penyedia jasa layanan ekspedisi di seluruh wilayah Indonesia. 

Setelah mengetahui bagaimana cara menghitung berat barang di NAKULLE, tidak lengkap rasanya jika salam.artikel ini kita tidak membahas mengenai dua kota yang dihubungkan oleh NAKULLE, kota Tarakan dan Kolaka. 

Kota Tarakan adalah sebuah kota di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia dan juga merupakan kota terbesar di Kalimantan Utara. Kota ini memiliki luas wilayah 677,53 km² dan sesuai dengan data Badan Pusat Statistik 2021, kota Tarakan berpenduduk sebanyak 242.786 jiwa pada tahun 2020. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil. Semboyan dari Kota Tarakan adalah Tarakan Kota “BAIS” (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera). 

Kota Tarakan, yang secara geografis terletak pada 3°14’23” – 3°26’37” Lintang Utara dan 117°30’50” – 117°40’12” Bujur Timur, terdiri dari tiga pulau, yaitu Pulau Bunyu, Pulau Tarakan, dan Pulau Sadau. Kota Tarakan terdiri dari 4 kecamatan dan 20 kelurahan. 4 kecamatan tersebut diantaranya kecamatan Tarakan Barat, Tarakan Tengah, Tarakan Barat, dan Tarakan Utara.

Berdasarkan sejarah, Tarakan bisa menjadi sebuah kota besar seperti sekarang ini karena telah melaalui 5 fase sejarah, diantaranya fase kerajaan Tidung, fase dinasti Tengara, fase penjajahan Hindia – Belanda, fase pendudukan Jepang, dan terakhir ada fase Kemerdekaan republik Indonesia.

Setelah mendaoat gambaran mengenai kota Tarakan, sekarang kita membahas salah satu kota potensil di pulau sulawesi, Kabupaten Kolaka. 

Kabupaten Kolaka terletak di jazirah Tenggara pulau Sulawesi dan secara geografis terletak pada bagian barat Propinsi Sulawesi Tenggara memanjang dari utara ke selatan berada di sekitar 3°13’-4°35’ Lintang Selatan dan membentang dari Barat ke Timur diantara 121°05’-121°99’ Bujur Timur yang secara administratif berbatasan dengan :

  • Sebelah Utara : Kabupaten Kolaka Utara
  • Sebelah Barat : Teluk Bone
  • Sebelah Selatan : Kabupaten Bombana
  • Sebelah Timur : Kabupaten Konawe dan Konawe Selatan. 

Kabupaten Kolaka adalah sebuah kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kota kabupaten Kolaka berada di kecamatan Kolaka. Kabupaten Kolaka (induk) telah dua kali mengalami pemekaran, yakni Kabupaten Kolaka Utara, dan yang terbaru adalah Kabupaten Kolaka Timur yang telah disahkan pada akhir tahun 2012. 

Pasca pemekaran, kabupaten Kolaka mencakup daratan dan kepulauan yang memiliki wilayah seluas 3.283,59 Km2, dan wilayah perairan (laut) diperkirakan seluas ± 15.000 Km². Jumlah penduduk kabupaten ini pada tahun 2020 berjumlah 235.625 jiwa, dengan kepadatan 72 jiwa/km2. 

Kabupaten kolaka sendiri memiliki 12 kecamatan, diantaranya kecamatan Baula, Iwoimendaa, Kolaka, Latambaga, Polinggona, Pomala, Samaturu, Tanggetada, Toari, Watubangga, Wolo, dan kecamatan Wundulako. 

Dari sektor ekonomi, masyarakat Kolaka hidup dari beberapa sektor di bawah ini :

  1. Pertanian dan Perkebunan

Untuk pertanian dan perkebunan para masyarakat kolaka memproduksi padi,jambu mente,kakao,lada putih,pala,nilam,dan cabe.

  1. Peternakan dan Perikanan

Populasi ternak sapi pada tahun 2004 sebanyak 33.705 ekor mengalami kenaikan pada tahun 2005 menjadi 34.738 ekor.  Populasi ternak unggas ayam ras terbanyak terdapat di Kecamatan Baula sebesar 351.404. produksi ikan tercatat sebesar 25.373,20 ton yang terdiri dari produksi ikan laut sebesar 19.253,30 ton dan ikan darat sebanyak 6.119,90 ton.

  1. Industri dan Pertambangan

Perusahaan industri besar/sedang yang sangat menonjol adalah Pabrik Fero Nikel PT. Aneka Tambang di Kecamatan Pomalaa.

Kabupaten Kolaka juga telah berbenah  dari segi infrastruktrur, saat ini Kolaka telah memiliki bandar udara, pelabuhan skala international, dan akses jalan raya yang berkualitas tinggi. Hal ini juga lah yang membuat Kolaka menjadi sebuah daerah yang terus mengalami perkembangan yang positive.

Artikel ini resmi ditulis oleh tim marketing Nakulle.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *