Jasa Ekspedisi Tarakan Soppeng 

Jasa ekspedisi tarakan soppeng yang dikelola oleh NAKULLE telah memiliki posisi istimewa di hati masyarakat setempat. Dengan komitmen NAKULLE untuk memberikan pelayanan yang Ramah, Aman, Cepat, Fast Respon, dan Ongkos yang adil, NAKULLE telah menjelma menjadi ekspedisi primadona di dua wilayah ini. 

Jasa ekspedisi tarakan soppeng sendiri memiliki peran vital di tengah situasi pandemi covid 19 yang melanda Indonesia sejak awal 2020 silam. Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak usaha kecil, menengah, bahkan besar harus gulung tikar akibat pandemi yang tak kunjung usai. Hadirnya jasa ekspedisi seperti NAKULLE tentu menjadi angin segar bagi para pelaku bisnis dan masyarakat secara umum di kota Tarakan dan Soppeng. 

Jasa ekspedisi tarakan soppeng milik NAKULLE memiliki karakteristik yang sama dengan jalur atau rute lainnya yang dilayani oleh NAKULLE di seluruh Indonesia. Secara umum, ada 9 hal yang harus anda perhatikan sebelum menggunakan jasa pengiriman NAKULLE rute Tarakan – Soppeng.

  1. Biaya pengiriman sepenuhnya ditanggung oleh pengirim. Kecuali jika ada perjanjian bahwa biaya akan dibayarkan oleh pihak penerima.
  2. Pengirim dianggap sah apabila dibubuhi tandatangan atau stempel Nakulle Logistik
  3. Pengiriman Barang berharga sah apabila dicantumkan tanda terima Nakulle Logistik
  4. Dilarang mengirim barang – barang yang dilarang oleh pemerintah yang dapat membahayakan angkutan
  5. Tidak diperbolehkan memasukkan Uang Tunai dan perhiasan pada kiriman
  6. Dokumen / paket yang berisi barang berharga / uang tunai yang tidak dilaporkan kepada tim admin, maka barang tersebut diluar tanggung jawab Nakulle logistik.
  7. Pengiriman barang yang mudah pecah , cepat busuk, diluar tanggung jawab Nakulle Logistik
  8. Apabila terjadi claim, maka claim hanya di bayar maximum 5 kali dari ongkos kirim yang hilang
  9. Claim tidak melebihi waktu tiga hari sejak tanggal terima. 

Setelah mengetahui bagaimana cara menggunakan layanan NAKULLE rute Tarakan – Soppeng, maka kurang lengkap rasanya jika kita tidak membahas mengenai fakta menarik terkait dua wilayah yang berhasil di hubungkan oleh NAKULLE, Kota Tarakan dan kabupaten Soppeng. 

Kota Tarakan adalah sebuah kota di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia dan juga merupakan kota terbesar di Kalimantan Utara. Kota ini memiliki luas wilayah 677,53 km² dan sesuai dengan data Badan Pusat Statistik 2021, kota Tarakan berpenduduk sebanyak 242.786 jiwa pada tahun 2020. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil. Semboyan dari Kota Tarakan adalah Tarakan Kota “BAIS” (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera). 

Kota Tarakan, yang secara geografis terletak pada 3°14’23” – 3°26’37” Lintang Utara dan 117°30’50” – 117°40’12” Bujur Timur, terdiri dari tiga pulau, yaitu Pulau Bunyu, Pulau Tarakan, dan Pulau Sadau. Kota Tarakan terdiri dari 4 kecamatan dan 20 kelurahan. 4 kecamatan tersebut diantaranya kecamatan Tarakan Barat, Tarakan Tengah, Tarakan Barat, dan Tarakan Utara. 

Tarakan menurut cerita rakyat berasal dari bahasa Tidung “Tarak” (bertemu) dan “Ngakan” (makan) yang secara harfiah dapat diartikan “Tempat para nelayan untuk istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain. Selain itu Tarakan juga merupakan tempat pertemuan arus muara Sungai Kayan, Sesayap dan Malinau. 

Nah, Selanjutnya kita akan membahas salah satu kota di Pulau Sulawesi, yakni Kabupaten Soppeng. 

Kabupaten Soppeng adalah salah satu Kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Watansoppeng. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk, jumlah penduduk Kabupaten Soppeng pada tahun 2018 sebanyak 226.770 jiwa yang terdiri dari 106.788 laki-laki dan 119.982 perempuan.

Kabupaten Soppeng memiliki luas wilayah 1.500 km2 yang terbagi ke dalam 8 wilayah kecamatan. Kecamatan yang memiliki wilayah terluas yaitu Kecamatan Marioriawa dengan luas 320 km2 atau lebih dari seperlima luas wilayah Kabupaten Soppeng. Kabupaten Soppeng berada pada ketinggian yang bervariasi dengan minimal 5 meter di atas permukaan laut. Jarak ibu kota – ibu kota kecamatan dengan ibu kota kabupaten juga bervariasi dengan kecamatan terjauh berjarak 35 km.

Indeks Pembangunan Manusia dan Pertumbuhan Ekonomi pada tahun ke tahun di Kabupaten Soppeng terus menunjukan trend yang positive. Hal ini dapat dilihat dari persentase penduduk miskin di kabupaten Soppeng mencapai 7,50 persen, dibawah dari angka kemiskinan provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai 9,06 persen. Apabila dibandingkan dengan kabupaten lain, persentase penduduk miskin di kabupaten Soppeng ada pada peringkat 7 paling rendah persentasenya. 

Sementara itu Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Soppeng mencapai 67,60, peringkat 19 dari 24 kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan. Untuk pertumbuhan ekonomi, pada tahun 2018 kabupaten Soppeng mencapai 8,15 persen atau termasuk 5 besar kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tercepat pada tahun 2018. 

Dari sisi pertumbuhan industry, pada tahun 2018 ada sebanyak 3.713 perusahaan di kabupaten Soppeng dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 13.349 orang dan memiliki nilai investasi sekitar 63,84 miliar rupiah. Perusahaan tersebut memiliki nilai produksi sebesar 154,36 miliar rupiah, nilai bahan sebesar 78,02 miliar rupiah dan nilai tambah sebesar 76,33 miliar rupiah. Pelaku usaha di kabupaten Soppng pada tahun 2018 masih didominasi oleh pelaku usaha mikro sebanyak 5.206 pelaku usaha, disusul oleh pelaku usaha kecil sebanyak 1.285 pelaku usaha dan pelaku usaha menengah sebanyak 71 pelaku usaha.

Artikel ini resmi ditulis oleh tim marketing Nakulle.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *