Jasa Ekspedisi Samarinda Majene

Jasa ekspedisi samarinda majene memiliki keunikan tersendiri karena rute dan akses yang sedikit ekstreem. Hal ini menjadi tantangan NAKULLE untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada para masyarakat kota samarinda dan kabupaten Majene.

Jasa ekspedisi samarinda majene memiliki kontribusi nyata dalam membangun perekenomian masyarakat setempat, terkhusus masyarakat kabupaten Majene. Seperti yang diketahui beberapa wilayah Provinsi Sulawesi Barat, termasuk Majene sempat mengalami keadaan darurat setelah dilanda gempa dahsyat di awal tahun 2021 ini.

Jasa ekspedisi samarinda majene yang dioperasikan oleh NAKULLE bisa anda gunakan untuk melakukan pengiriman logistic dan kargo berupa hasil bumi, bahan pokok rumah tangga, kendaraan, hasil UMKM, material bangunan, hasil produksi industry menengah atau besar, dan masih banyak lagi.

Untuk menggunakan layanan NAKULLE di seluruh Indonesia, anda hanya perlu menghubungi via whatsapp / call customer service NAKULLE di nomor 0812-4342-5077. Ayo, hubungi dan konsultasikan kebutuhan anda bersama tim professional dan berpengalaman milik NAKULLE.

Dalam artikel edisi hari ini, kami akan memberikan informasi terkait fakta menarik dua wilayah yang dihubungkan oleh NAKULLE, kota Samarinda dan Kabupaten Majene

Pertama adalah Samarinda, kota ini adalah ibu kota provinsi Kalimantan Timur dan merupakan kota dengan penduduk terbesar di seluruh Pulau Kalimantan dengan jumlah penduduk sekitar 812,597 jiwa.

Samarinda memiliki wilayah seluas 718 km² dengan kondisi geografi daerah berbukit dengan ketinggian bervariasi dari 10 sampai 200 meter dari permukaan laut. Kota ini dibelah oleh Sungai Mahakam dan menjadi gerbang menuju pedalaman Kalimantan Timur melalui jalur sungai, darat maupun udara. Dengan luas wilayah yang hanya sebesar 0,56 persen dari luas Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda merupakan wilayah terkecil ketiga setelah Kota Bontang dan Kota Balikpapan. Ditinjau berdasarkan batas wilayahnya, Kota Samarinda seluruhnya dikelilingi oleh Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tradisi lisan penduduk Samarinda menyebutkan, asal-usul nama kota Samarindah adaah “Samarendah” yang dilatarbelakangi oleh posisi sama rendahnya permukaan Sungai Mahakam dengan pesisir daratan kota yang membentenginya. 

Tempo dulu, setiap kali air sungai pasang, kawasan tepian kota selalu tenggelam. Selanjutnya, tepian Mahakam mengalami pengurukan/penimbunan berkali-kali hingga kini bertambah 2 meter dari ketinggian semula.

Oemar Dachlan mengungkapkan, asal kata “sama randah” dari bahasa Banjar karena permukaan tanah yang tetap rendah, tidak bergerak, bukan permukaan sungai yang airnya naik-turun. Ini disebabkan jika patokannya sungai, maka istilahnya adalah “sama tinggi”, bukan “sama rendah”. Sebutan “sama-randah” inilah yang mula-mula disematkan sebagai nama lokasi yang terletak di pinggir sungai Mahakam. Lama-kelamaan nama tersebut berkembang menjadi sebuah lafal yang melodius: “Samarinda”. 

Nah, setelah mendapat informasi terkait Samarinda, sekarang kita akan membahas mengenai Majene. 

Kabupaten Majene adalah salah satu Daerah Tingkat II yang berada di provinsi Sulawesi BaratIndonesiaIbu kota kabupaten ini terletak di Banggae. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 947,84 km² dan berpenduduk sebanyak 173.844 jiwa pada tahun 2020.

Kabupaten Majene merupakan salah satu dari 6 kabupaten dalam wilayah Propinsi Sulawesi Barat yang terletak di pesisir pantai barat Propinsi Sulawesi Barat memanjang dari Selatan ke Utara.Letak geografis Kabupaten Majene berada pada antara 20 38’ 45” – 30 38’ 15” Lintang Selatan dan antara 1180 45’ 00” – 1190 4’ 45” Bujur Timur, dengan jarak ke ibukota Propinsi Sulawesi Barat (Kota Mamuju) kurang lebih 146 km. Secara  administrative, kabupaten Majene berbatasan dengan wilayah-wilayah kabupaten Mamuju di sebelah Utara, kabupaten Polewali Mandar dan kabupaten Mamasa di sebelah Timur, Teluk Mandar di sebelah Selatan dan selat Makassar di sebelah Barat.

Kabupaten Mejene terdiri atas 8 kecamatan dan 82 desa/kelurahan. Adapun kecamatan – kecamatan tersebut adalah Kecamatan Banggae, Kecamatan Banggae Timur, Kecamatan Pamboang, Kecamatan Sendana, Kecamatan Tammerodo Sendana, Kecamatan Tubo Sendana, Kecamatan Malunda dan Kecamatan Ulumanda.

Kecamatan Banggae dan Banggae Timur adalah dua kecamatan dengan luas wilayah terkecil dengan luas wilayah masing-masing 25,15 km2 atau 2,65% untuk kecamatan Banggae dan 3,17% dari luas total wilayah Kabupaten Majene untuk kecamatan Banggae Timur. Kecamatan Ulumanda merupakan wilayah kecamatan terluas dibanding dengan luas wilayah kecamatan lainnya yakni; 456,06 km2 atau 48,10%, kemudian Kecamatan Malunda dengan luas wilayah 187,85 Km2 atau 19,81%.

Berdasarkan klasifikasi bentang lahan, Kecamatan Banggae dan Banggae Timur merupakan wilayah yang relatif lebih datarsementara wilayah kecamatan lainnya lebih dominan berupa wilayah berbukit dan pegunungan. Klasifikasi wilayah menurut kelas ketinggian tempat dari permukaan laut, wilayah Kabupaten Majene berada pada kelas ketinggian 100 – 500 m dpl mencapai 38,7% luas wilayah kabupaten dan yang berada pada ketinggian 500 – 1000 m dpl mencapai 35,98%.

Menurut catatan Stasiun Meteorologi dan Goefisika, kondisi iklim di Kabupaten Majene sekitarnya sepanjang tahun 2013 sekitar 27,60 C, dengan suhu minimum 24,30 dan suhu maksimum 33,30 C, dengankelembaban udara berkisar antara 75 persen sampai 82 persen atau rata-rata kelembaban udara berkisar 79 persen. Curah hujan di Kabupaten Majene tertinggi pada bulan Mei sebesar 224,9 mm kubik dengan hari hujan 10. Sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan September sebesar 10,1 mm kubik dengan jumlah hari hujan 5.

Artikel ini resmi ditulis oleh tim marketing Nakulle.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *