Jasa Ekspedisi Tarakan Palopo 

Jasa ekspedisi tarakan palopo milik NAKULLE telah mengambil tempat istimewa bagi lara pegiat bisnis dan masyarakat secara umum di dua kota madya yang potensial ini, kota Tarakan dan Kota Palopo. NAKULLE telah berkomitmen untuk menjadi solusi jasa ekspedisi logisitik dan kargo yang Cepat, Aman, dan Harga terjangkau di Indonesia.

Jasa ekspedisi tarakan palopo yang dikelola oleh NAKULLE telah menjadi pintu masuk akses perdagangan di pulau kalimantan dan pulau Sulawesi, terutama wilayah Luwu Raya di provinsi Sulawesi Selatan. NAKULLE sebagai jasa ekspedisi terbaik bisa melayani pengiriman hasil pertanian, perkebunan, kendaraan, produk UKM, material bangunan, material industri, bahan pokok rumah tangga, dan masih banyak lagi sesuai kebutuhan para customer. 

Jasa ekspedisi tarakan palopo memiliki kesamaan dengan jalur ekspedisi lainnya di Indonesia. Secara umum, ada 9 hal yang harus anda baca dan pahami sebelum menggunakan layanan ekspedisi terbaik dari NAKULLE.

  1. Biaya pengiriman sepenuhnya ditanggung oleh pengirim. Kecuali jika ada perjanjian bahwa biaya akan dibayarkan oleh pihak penerima.
  2. Pengirim dianggap sah apabila dibubuhi tandatangan atau stempel Nakulle Logistik.
  3. Pengiriman Barang berharga sah apabila dicantumkan tanda terima Nakulle Logistik
  4. Dilarang mengirim barang – barang yang dilarang oleh pemerintah yang dapat membahayakan angkutan
  5. Tidak diperbolehkan memasukkan Uang Tunai dan perhiasan pada kiriman
  6. Dokumen / paket yang berisi barang berharga / uang tunai yang tidak dilaporkan kepada tim admin, maka barang tersebut diluar tanggung jawab Nakulle logistik.
  7. Pengiriman barang yang mudah pecah , cepat busuk, diluar tanggung jawab Nakulle Logistik.
  8. Apabila terjadi claim, maka claim hanya di bayar maximum 5 kali dari ongkos kirim yang hilang.
  9. Claim tidak melebihi waktu tiga hari sejak tanggal terima. 

Setelah mengetahui 9 h diatas, sekarang saat nya kita membahas mengenai dua kota madya yang memiliki kekayaan hasil bumi dan sektor industry yang terus meningkat, apalagi kalau bukan kota Tarakan dan kota Palopo. 

Kota Tarakan adalah sebuah kota di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia dan juga merupakan kota terbesar di Kalimantan Utara. Kota ini memiliki luas wilayah 677,53 km² dan sesuai dengan data Badan Pusat Statistik 2021, kota Tarakan berpenduduk sebanyak 242.786 jiwa pada tahun 2020. Tarakan atau juga dikenal sebagai Bumi Paguntaka, berada pada sebuah pulau kecil. Semboyan dari Kota Tarakan adalah Tarakan Kota “BAIS” (Bersih, Aman, Indah, Sehat dan Sejahtera). 

Kota Tarakan, yang secara geografis terletak pada 3°14’23” – 3°26’37” Lintang Utara dan 117°30’50” – 117°40’12” Bujur Timur, terdiri dari tiga pulau, yaitu Pulau Bunyu, Pulau Tarakan, dan Pulau Sadau. Kota Tarakan terdiri dari 4 kecamatan dan 20 kelurahan. 4 kecamatan tersebut diantaranya kecamatan Tarakan Barat, Tarakan Tengah, Tarakan Barat, dan Tarakan Utara. 

Tarakan menurut cerita rakyat berasal dari bahasa Tidung “Tarak” (bertemu) dan “Ngakan” (makan) yang secara harfiah dapat diartikan “Tempat para nelayan untuk istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain. Selain itu Tarakan juga merupakan tempat pertemuan arus muara Sungai Kayan, Sesayap dan Malinau.

Nah, setelah mendapat gambaran lengkap mengenai kota Tarakan, sekarang kita beralih membahas secara lengkap dan detail terkait kota Palopo. 

Kota Palopo adalah sebuah kota di provinsi Sulawesi Selatan,Indonesia.Kota Palopo terletak antara 2° 53’15” – 3° 04’08” Lintang Selatan dan 120°03’10” – 120°14’34” Bujur Timur. Luas wilayah Administrasi Kota Palopo sekitar 247, 52 kilometer persegi atau sama dengan 0,39% dari luas wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Kedudukan geografis Kota Palopo berada pada posisi strategis sebagai titik simpul jalur transportasi darat dan laut poros Trans Sulawesi. Pada posisi ini Kota Palopo menjadi salah jalur distribusi barang jalur darat dari Makassar dan Pare-Pare menuju Propinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Luwu Utara, Luwu Timur, sedangkan pada jalur transportasi laut Kota Palopo sudah menjadi salah satu pelabuhan laut menuju Kota-Kota di wilayah Propinsi Sulawesi Tenggara. 

Kedudukan geografis Kota Palopo sebagai wilayah yang berada di pesisir Teluk Bone dimana sebagian besar kebutuhan air bersih didukung dengan keberadaan hutan yang sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Luwu dan Tana Toraja. Kondisi alam pada wilayah hulu khususnya perbatasan dengan Kabupaten Luwu, Tana Toraja sangat berpengaruh pada kondisi di Kota Palopo. Batas-batas Kota Palopo adalah sebagai berikut :

  • Sebelah Utara : Kabupaten Luwu
  • Sebelah Selatan : Kabupaten Luwu
  • Sebelah Timur : Teluk Bone
  • Sebelah Barat : Kabupaten Toraja Utara

Kota Palopo ini dulunya bernama Ware yang dikenal dalam Epik La Galigo. Nama “Palopo” ini diperkirakan mulai digunakan sejak tahun 1604, bersamaan dengan pembangunan Masjid Jami’ Tua. Kata “Palopo” ini diambil dari kata bahasa Bugis-Luwu. Artinya yang pertama adalah penganan yang terbuat dari ketan, gula merah, dan santan. Yang kedua berasal dari kata “Palopo’i”, yang artinya tancapkan atau masukkan. “Palopo’i” adalah ungkapan yang diucapkan pada saat pemancangan tiang pertama pembangunan Masjid Tua. Dan arti yang ketiga adalah mengatasi.

Kota Palopo awalnya terdiri atas 4 Kecamatan dan 20 Kelurahan. Namun, berdasarkan Perda Kota Palopo Nomor 03 Tahun 2005, Kota ini dipecah menjadi 9 Kecamatan dan 48 Kelurahan. Adapun daftar-daftar 9 Kecamatan tersebut diantaranya ada kecamatan Bara, Mungkajang, Sendana, Tellu Wanua, Wara, Wara Barat, Wara Selatan, Wara Timur, dan terakhir ada kecamatan Wara Utara.

Artikel ini resmi ditulis oleh tim marketing Nakulle.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *